Surat Penawaran Cinta

January 23rd, 2008 by emkl

Kepada Yth.
Adinda tercinta,

Dengan segala rasa hormat,

Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa
saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung sejak kita bertemu.

Berdasarkan rapat internal diri ini yang dihadiri oleh
diri saya dan seluruh perasan yang ada didalamnya,
saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai
kekasih Anda yang prospektif.

Hubungan cinta kita akan menjalani masa percobaan
minimal tiga bulan sebelum memasuki tahap permanen.

Tentu saja, setelah masa percobaan usai,
akan diadakan terlebih dahulu on the job training
secara intensif dan berkelanjutan.

Dan kemudian, setiap 3 bulan selanjutnya akan
diadakan juga evaluasi performa hubungan yang bisa menuju kepada
pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup.

Biaya yang dikeluarkan untuk ke rumah makan dan shoping
akan dibagi dua sama rata antara kedua belah pihak.

Selanjutnya, didasarkan pada performa Anda,
tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan menanggung
bagian yang lebih besar dari pengeluaran total.

Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai,
jumlah dan bentuk pengeluaran yang akan Anda keluarkan nantinya.

Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda
untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari
terhitung tanggal penerimaan surat.

Lewat dari tanggal tersebut,
penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut
dan tentu saja, saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.

Saya akan sangat berterima kasih apabila Anda berkenan untuk
meneruskan surat ini kepada adik perempuan atau sepupu perempuan Anda, apabila Anda menolak penawaran ini.

Demikian penawaran yang dapat saya ajukan
dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.


Hormat Saya,
Kakanda tersayang.

   

FATHER & SON

November 24th, 2007 by emkl

Yusuf Islam Feat Ronan Keating

Father
It’s not time to make a change
Just relax, take it easy
You’re still young, that’s your fault
There’s so much you have to know
Find a girl, settle down
If you want you can marry
Look at me, I am old, but I’m happy

I was once like you are now
  and I know that it’s not easy
  To be calm when you’ve found something going on
  But take your time, think a lot
think of everything you’ve got
  For you will still be here tomorrow, but your dreams may not
   

Son 
How can I try to explain, coz when I do he turns away again
It’s always been the same, same old story
From the moment I could talk I was ordered to listen
Now there’s a way and I know that I have to go away
I know I have to go

 

Father
It’s not time to make a change
Just sit down, take it slowly
You’re still young, that’s your fault
There’s so much you have to go through
Find a girl, settle down
If you want you can marry
Look at me, I am old, but I’m happy

 

Son
All the times that I cried
keeping all the things I knew inside
It’s hard, but it’s harder to ignore it
If they were right, I’d agree
but it’s them you know not me
Now there’s a way and I know that I have to go away
I know I have to go…

 

ps:
Entahlah… siang ini tiba-tiba teringat  Almarhum Papah  (…Semuanya
hanya milik Allah Swt, dan kepada-Nya lah semuanya akan kembali…)

   

Kekasih Dunia Maya

October 26th, 2007 by emkl

Kepada: Pembaca blog
Hal   : Kekasih Dunia Maya
Lamp. : -

Melihat:

1. Keterbatasan waktu
2. Kesibukan yang luar biasa
3. Kemacetan ruas-ruas jalan Jakarta
4. Penghematan energi, emosi dan ekonomi

Mempertimbangkan:

1. Kebutuhan emosional akan adanya seseorang yang special
2. keperluan memperhatikan dan diperhatikan
3. Kemajuan dan perkembangan teknologi Internet dan ponsel

Diputuskan:

1. Mencari kekasih cukup di dunia maya saja
2.
Yang dimaksud “maya” adalah Internet dan ponsel beserta semua aplikasi
fiturnya, mulai dari email, Yahoo Messenger, SMS, telepon.
3. Kekasih harus jelas wujudnya dulu
4. Memiliki kesamaan hobi, minat dan pandangan hidup

Barang
siapa berminat, silakan berkirim email ke i.am@prabumahaanu.web.id lengkap
dengan CV, biodata dan foto asli lengkap seluruh badan. Keabsahan foto
akan diperiksa langsung oleh saya. Yang memenuhi kualifikasi akan
menjalani proses seleksi dari saya sendiri.

Silakan mencoba!

New Release Ramdan Wibisana (RW) Version 2.5

June 30th, 2007 by emkl

<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Here’s a picture of me presenting …
myself; "Ramdan Wibisana - version 2.5".

Ramdhan_1

What’s new in this version? Well, the main feature is an independent RW. He could be himself.
The other "feature" (or bugs), I think RW is more concurrent. He gets bored easily. Here’s an example what RW does at one time:
- Powered By New Enchached Full Featured Kernel codename “heart”
- Compiled with option : –enable-cool –enable-faithfull –enable-gentle –enable-charming –enable-kindness and much more
- Full Support Multitasking : IT Consultant, IT Staff Of National
Secretary JPPR, IT Support imm.or.id, pmb.or.id, muhammadiyah.or.id,
pemuda-muhammadiyah.or.id, prabumahaanu.web.id, jppr.or.id.
- Full support PnP (Pray and Pray)
- support Wife 4.0 but disable by default (need tweak to enable)
- Support more programming language : php, .Net, Delphi, pascal, fortran, C, C++, C#, html, ajax, xml, etc.
- You can add a lot off module like girlfriend, wife, friend, but wife
module isn’t compatble with girlfriend module especially girlfriend
short skirt edition, it can crash and make RW Confius
- Reading books on computers. He’s learning to play linux and trying to
understand the various distro. (The magazine shows one of his linux
heroes, Linus Trovalds. Inside there’s Richard Stallman of GNU and much
more.)
- Reading books on science, business, biographies. (Here’s the "iWoz" book, a book about Steve Wozniak.)
- On the computer screen is "tcl", a tcl/tk programming language. He’s
just reading the document and has not started programming in it. Before
that he was playing with perl using his GNU/Linux DreamLinux.
- Playing around with Linux. His DreamLinux is working very well.

So that’s Ramdan Wibisana version 2.5. Please report bugs to the ramdan-bugs@god.com.

Hingga Butir Nasi Terakhir

April 19th, 2007 by emkl

Hingga Butir Nasi Terakhir
Publikasi: 16/10/2003 10:44 WIB

eramuslim - Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya
datang juga bis yang akan membawaku keluar dari kota
Jakarta yang semakin hari kurasakan semakin sesak ini.
Dua hari libur pada akhir pekan ini akan kumanfaatkan
untuk sekedar mengganti suasana, sekilas menghilangkan
pemandangan gedung bertingkat dengan tingginya pohon
kelapa, udara yang padat dengan racun, sejenak
berganti udara yang masih sejuk bila dihirup
dalam-dalam, aku akan lupakan hitamnya kepulan asap
dari bis kota dengan warna hijau rerumputan dan
pepohonan. Aahhh… tak sabar aku, kenapa bis ini lama
sekali ngetemnya…

Alhamdulillah, akhirnya bis mulai bergerak. Ternyata
cukup banyak juga orang yang akan bepergian hari ini.
Entah karena ingin mencari suasana baru sepertiku,
atau memang hal ini sudah rutin mereka lakukan. Atau
mungkin rumah mereka memang di luar kota, mencari
nafkah di Jakarta, sehingga harus rela pulang-pergi
tiap hari.

Sejam-dua jam, nuansa yang kunantikan mulai terlihat.
Hamparan sawah terbentang luas di sisi kanan bis yang
aku tumpangi ini. Hey… tapi kenapa warnanya sayu
begitu? Dari sekian luas sawah yang kulihat, hampir
seluruhnya berwarna kecoklatan. Hanya sedikit saja
yang masih menampakkan warna hijau segar. Dampak
kekeringan beberapa bulan terakhir betul-betul kulihat
saat ini.

“Kasihan Pak Tani ya dik….”, tiba-tiba Bapak yang
duduk di sebelahku berkomentar. Segera kualihkan
pandanganku pada penumpang yang membuatku kaget ini.
Seorang bapak yang sudah cukup umur, rupanya. Kutaksir
usianya sekitar 50 tahunan, terlihat dari
guratan-guratan lelah di wajahnya.

“Iya Pak, kasihan”, jawabku. “Mereka sudah capek-capek
menanam, ternyata panennya gagal karena kekeringan”.

“Bukan itu maksud bapak dik,” ujar si bapak sambil
memandangku. “Bukan kekeringan itu yang bapak kasihani
dari para petani itu.”

Lho? Bukan kekeringan? Lalu apa?

Seakan menyadari kebingunganku, si bapak melanjutkan
bicaranya. “Begini. Kalau kekeringan, bagi para petani
hal itu sudah biasa mereka hadapi. Mereka tahu betul
resiko itu.”

Sejenak si bapak terdiam. Aku makin tak sabar menunggu
penjelasannya.

“Bapak sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di
sebuah restoran sebagai petugas kebersihan, dik.
Selama bapak bekerja, semakin bapak sadar bahwa kita
sering sekali menyepelekan pekerjaan para petani itu.
Kita sama sekali tidak menghargai jerih payah mereka
mencangkul sawah seharian, memupuki tanaman padi,
merawatnya supaya kelak menghasilkan padi yang baik…”
jelasnya.

Aku masih saja tak menangkap maksud pembicaraan ini.
“Tidak menghargai bagaimana pak?”

“Setiap hari, restoran tempat bapak bekerja
menghabiskan ratusan kilogram beras, untuk ditanak
menjadi nasi. Setiap hari pula bapak harus rela
menyaksikan berpuluh kilogram nasi yang dibuang begitu
saja, karena para tamu tidak menghabiskannya. Saat
membuang nasi itu, hati bapak miris, dik.
Berulang-ulang bapak mohon ampun pada Gusti Allah.
Berkali-kali bapak mengucap istighfar, karena bapak
melihat sebuah kesia-siaan, satu bentuk pengingkaran
nikmat yang luar biasa. Kadang-kadang, Bapak
membayangkan mendengar tangisan butiran-butiran nasi
itu, seperti yang Bapak sering ajarkan pada anak
bapak, kalau tidak menghabiskan makannya…”

Aku tercekat. Entah kenapa wajahku serasa ditampar
keras sekali.

“Saat itulah terlintas di pikiran bapak, wajah para
petani yang bermandi peluh, sekujur badan hitam legam
terbakar sinar matahari, tidak sedikit tenaga mereka
terkuras untuk mencangkul sawahnya. Tak lain tak bukan
mereka lakukan itu supaya mereka bisa memenuhi
kebutuhan makanan bagi semua orang dan juga kebutuhan
mereka sendiri, dik. Tapi ternyata, kita yang tinggal
enaknya saja, tak perlu membanting tulang seperti itu,
sama sekali tidak menghargai kerja keras para petani
itu. Kita sama sekali tidak mau menghargai setiap
butir nasi yang kita makan. Menyia-nyiakan nasi, sudah
menjadi hal yang biasa saja bagi kita.”

Kini aku yang terdiam. Apa yang disampaikan si bapak,
itulah yang kulakukan setiap hari. Ya, menyisakan nasi
di piring seakan sudah menjadi hal yang biasa bagiku.
Bahkan jika ada yang makan sampai piringnya bersih tak
tersisa, berbagai julukan menghujaninya. Rakus lah,
doyan lah, dan ejekan lain yang sungguh memalukan,
tanpa mereka sadari, siapa sebenarnya yang memalukan.

“Dik…” si bapak menepuk bahuku, membuyarkan lamunanku.
“Bapak turun sebentar lagi.”

“Ohya Pak… hati-hati Pak… dan terimakasih
nasihatnya..” jawabku sambil menjawab uluran
tangannya. Senyum renyahnya mengakhiri pertemuan kami
hari itu. Sesaat kemudian bis berhenti, dan si bapak
bergegas turun. Saat itulah aku sadar kalau aku belum
menanyakan namanya. Ah… bapak itu juga tidak
menanyakan namaku, ujarku dalam hati.

Tak lama berselang, bis berhenti di sebuah rumah makan
yang cukup besar. Rasa lapar mendadak menyerangku.
Tiga jam perjalanan sudah kulalui, dan perut ini
ternyata sudah mulai bergerak meminta bagiannya. Aku
dan beberapa penumpang lainnya bersama-sama memasuki
rumah makan. Kupilih tempat duduk dekat jendela, dan
memesan makanan, yang dalam waktu singkat telah siap
disantap.

Saat hendak memulai makan dan melihat nasi di piring,
dan nasihat si bapak di bis tadi kembali terngiang.
Bergantian kupandangi nasi dan hamparan sawah melalui
jendela restoran. Saat itulah aku bersyukur. Melalui
si bapak itu, Allah telah berkenan untuk menegurku,
bukan hanya karena aku tak tahu, pada butir nasi yang
mana berkahNya akan diturunkan, bukan pula hanya
karena salah satu perwujudan rasa syukur atas karunia
dan rizkiNya. Namun menghabiskan hidangan yang ada,
hingga butir nasi yang terakhir, merupakan salah satu
cara kita berterima kasih pada para petani, yang tanpa
kenal lelah, telah berusaha mempersembahkan hasil
kerja terbaiknya pada kita. Tanpa keras keras mereka,
sulit bagi kita untuk bisa menikmati nasi yang pulen
dan lezat ini.

Sungguh, suatu cara yang mudah untuk menghargai jerih
payah dan segala letih lelah mereka, yaitu dengan
menghabiskan hidangan tanpa sisa. Bukan rakus, bukan
kemaruk, bukan pula kelaparan.

A L P H A B E T I C A L F O R S U C C E S S

April 19th, 2007 by emkl

Menurut pakarnya, manusia
sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada
kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia
Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri,
yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

A : ACCEPT

Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : BELIEVE

Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda  inginkan dalam hidup

C : CARE

Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

D : DIRECT

Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri

E : EARN

Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik

F : FACE

Hadapi masalah dengan benar dan yakin

G : GO

Berangkatlah dari kebenaran

H : HOMEWORK

Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi

I : IGNORE

Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan

J : JEALOUSLY

Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri

K : KEEP

Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal

L : LEARN

Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya

M : MIND

Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain

N : NEVER

Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol

O : OBSERVE

Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain

P : PATIENCE

Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha

Q : QUESTION

Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu

R : RESPECT

Hargai diri sendiri dan juga orang lain

S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT

Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang

T : TAKE

Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda

U : UNDERSTAND

Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat

mengalahkan anda

V : VALUE

Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik

W : WORK

Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo’a

X : X’TRA

Usaha lebih keras membawa keberhasilan

Y : YOU

Anda dapat membuat suatu yang berbeda

Z : ZERO

Usaha nol membawa hasil nol pula

Belajar Mencintai

April 19th, 2007 by emkl

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah KESEMPATAN.

 

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang
membuatmu tertarik, Itu bukan PILIHAN,
itu KESEMPATAN.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah PILIHAN,
Itupun adaah KESEMPATAN.

 

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang
tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan KESEMPATAN, itu adalah PILIHAN.

 

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang
walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah PILIHAN.

 

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih
banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai,
lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah PILIHAN.

 

Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
Datang bagai KESEMPATAN pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah PILIHAN.
PILIHAN yang kita lakukan.

 

Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat
tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap
bergantung pada kita bagaimana membuat
semuanya berhasil"

 

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang
Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu
Untuk melakukan PILIHAN apakah engkau ingin
Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau
tidak…

 

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa
kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan
jiwa kita, Adalah PILIHAN yang harus kita lakukan.

 

Kita ada di dunia bukan untuk mencari
seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak
sempurna dengan cara yang SEMPURNA

2 Hari Yang tak perlu dikahawatirkan

April 19th, 2007 by emkl

Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.

Yang pertama; hari kemarin.
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja.

Yang kedua: hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit, anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja.

Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup;
pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu  sudah lewat dan masa depan belum tiba.
Hiduplah  hari ini seperti hari terakhirmu dan sebaik mungkin untuk dirimu,sesamamu dan Allahmu.
Karena hari ini akan menjadi kemarin ; dan hari ini akan menentukan esok .

Kata Bijak :
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.

Bagaimana Bentuk Hati Mu?

April 19th, 2007 by emkl

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah  kota  dan
menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang  ada
di kota itu. Banyak  orang  kemudian  berkumpul  dan  mereka
semua mengagumi hati pemuda itu, karena  memang  benar-benar
sempurna. Tidak ada satu cacat atau  goresan  sedikitpun  di
hati  pemuda  itu.  Pemuda  itu  sangat  bangga  dan   mulai
menyombongkan hatinya yang indah.

Tiba-tiba, seorang  lelaki  tua  menyeruak  dari  kerumunan,
tampil ke depan dan  berkata  "Mengapa  hatimu  masih  belum
seindah hatiku ?".

Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada  hati  pak
tua itu. Hati pak tua itu  berdegup  dengan  kuatnya,  namun
penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang
diambil dan ada potongan  yang  lain  ditempatkan  di  situ;
namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan  yang
tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang  karena
dicungkil  dan  tidak  ditutup  kembali.   Orang-orang   itu
tercengang dan  berpikir,  bagaimana  mungkin  pak  tua  itu
mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?

Pemuda itu melihat kepada pak tua  itu,  memperhatikan  hati
yang dimilikinya dan tertawa "Anda pasti bercanda, pak tua",
katanya, "bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku  sangatlah
sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka
dan cabikan".

"Ya", kata pak tua itu," hatimu  kelihatan  sangat  sempurna
meski demikian aku tak akan menukar  hatiku  dengan  hatimu.
Lihatlah, setiap bekas luka ini  adalah  tanda  dari  orang-
orang  yang  kepadanya  kuberikan  kasihku,   aku   menyobek
sebagian dari hatiku  untuk  kuberikan  kepada  mereka,  dan
seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka  untuk
menutup kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena  setiap
sobekan itu tidaklah sama,  ada  bagian-bagian  yang  kasar,
yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta
kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya,  aku
memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi
itu tidak membalas dengan memberikan potongan  hatinya.  Hal
itulah  yang  meninggalkan   lubang-lubang   sobekan   -   -
memberikan cinta kasih  adalah  suatu  kesempatan.  Meskipun
bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu
mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu,  dan
aku berharap, suatu ketika nanti  mereka  akan  kembali  dan
mengisi  lubang-lubang   itu.   Sekarang,   tahukah   engkau
keindahan hati yang sesungguhnya itu ?"

Pemuda itu berdiri membisu dan  airmata  mulai  mengalir  di
pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya
yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda
itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-
tangan yang gemetar. Pak tua  itu  menerima  pemberian  itu,
menaruhnya di hatinya dan kemudian  mengambil  sesobek  dari
hatinya  yang  sudah  amat  tua  dan  penuh  luka,  kemudian
menempatkannya  untuk  menutup  luka  di  hati  pemuda  itu.
Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi
yang tidak sama rata. Pemuda itu  melihat  kedalam  hatinya,
yang tidak  lagi  sempurna  tetapi  kini  lebih  indah  dari
sebelumnya, karena  cinta  kasih  dari  pak  tua  itu  telah
mengalir kedalamnya. Mereka berdua kemudian  berpelukan  dan
berjalan beriringan.

Bagaimanakah bentuk hatimu..?????

Cinta Sejati

April 14th, 2007 by emkl

Ketika kamu punya perhatian lebih, ketertarikan lebih, kesenangan
yang lebih, terhadap sesuatu, itulah cinta… dalam konteks apapun. Ketika cinta itu satu, tak tergoyahkan oleh benturan dan waktu,
terjaga cintamu padanya meski hidupmu bersama cinta yang lain… itulah
cinta sejati. Dalam satu putaran hidup, hanya satu belahan jiwa. Jika kamu mendapatkannya dalam cinta sejati… Selamat

Cinta sejati itu pastia ada. Sekalipun kita tidak bisa memilikinya.
Jangan bilang ini cinta, kalau hanya bisa buat hati tersenyum, tertawa,
dan bahagia. Janagn katakan benci, kalau hati terluka, menangis, dan
tetes air mata mengalir. Cinta yang sesungguhnya adalah sebuah perasaan
yang tak bisa kita tebak, Cinta itu adalah perasaan yang bisa buat hati
tertawa dan menangis. Itulah Cinta Sejati.

Cinta adalah senandung yang abadi. Tiap orang bisa menambah gubahannya
sendiri. Reffrainnya tetap sama "Aku Cinta Padamu". Reffrain ini
mencakup segala sesuatunya.

Tidak ada yang namanya cinta sejati bertepuk sebelah tangan. Cinta ya Cinta. Love is about Love or Not Love.


Kalo bagi aku pribadi, cinta adalah apa yang terjadi dengan jiwa dan
perasaan kita, dan itu suatu keadaan yang harus diakui. Aku cinta dia,
ya berarti memang cinta.
Tapi implementasinya tidak harus menjadi pasangan. Adalah hal
menyenangkan kalo kita bisa berpasangan dengan orang yang kita cinta.
Namun jika keadaan tidak memungkinkan, kenapa musti dipaksakan?


Kalo memang cinta, hidup terpisah juga masih tetap cinta.


Sedangkan kodrat kita sebagai manusia, harus hidup berpasangan, menikah dan meneruskan keturunan. So, boleh aja kamu cinta banget pada dia, dan biarkan tetap seperti
itu. Tapi hadapi realita, hidup kamu haruslah yang kamu jalani. Dan
jika sudah ada pasangan yang lain, biarkan cinta yang lama masih ada,
tapi yang di depan mata adalah yang nyata.